Newest Post
// Posted by :Satya Diva's Blog
// On :Rabu, 05 Februari 2014
PARA pengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) kini boleh sedikit bernafas lega.
Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat--semacam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia--baru saja meresmikan dan mengakui kehadiran obat bernama Tivicay.
Obat yang secara generik dikenal dengan dolutegravir itu diketahui dapat mengobati virus penyebab AIDS ini.Tivicay merupakan obat milik perusahaan ViiV Healthcare dengan kerjasama dengan perusahaan seperti GSK, Pfizer Inc dan Shionogi & Co Ltd, seperti disampaikan Huffington Post, Rabu (14/8).
Badan Pengawas Obat dan Makanan telah menyetujui penggunaan obat ini untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan setidaknya 40 kg dan belum pernah mendapatkan pengobatan dengan jenis obat yang memiliki mekanisme kerja yang sama.
Walaupun sudah diuji kemananannya, namun Tivcay tetap memiliki efek samping yakni insomnia rasa pusing. Untuk para penderita hepatitis B atau C, obat ini dapat menimbulkan reaksi alergi atau fungsi hati yang tidak normal.Sebanyak 50 ribu orang di Amerika Serikat terinfeksi dengan HIV setiap tahunnya, dan 15 ribu diantaranya meninggal dunia.Karena itu, penemuan ini diharapkan dapat mengurangi angka tersebut dan memberikan peluang besar untuk mengobati diri dari virus mematikan ini.
